I. Pratomojati
GKJ Yeremia Depok
Di antara komisi kategorial yang sering mendapatkan pujian dari pendeta dan jemaat GKJ Yeremia Depok, Jawa Barat adalah Komisi Adiyuswa. Mengapa demikian? Karena Komisi Adiyuswa yang paling rajin dan konsisten dalam menjalankan kegiatan pelayanannya. Kegiatan yang dilaksanakan sederhana namun mengena dan terlaksana. Kebaktian khusus adiyuswa tiap hari Sabtu minggu I dan III dapat berjalan sepanjang tahun. Kunjungan ke warga adiyuswa yang sakit, duka cita dan jarang bergereja juga diprogramkan. Di bidang kesenianpun demikian, secara rutin eyang putri dan eyang kakung rajin latihan paduan suara untuk mengisi pujian dalam kebaktian minggu.
Dalam kerjasama antargereja juga tergolong aktif. Persekutuan kaum adiyuswa di klasis Jakarta Bagian Barat terbina dengan baik. Tahun 2006 GKJ Yeremia pernah menjadi tuan rumah temu adiyuswa antar GKJ dan GKI Klasis Jakarta. Sebagian warga adiyuswa juga aktif mengikuti kebaktian rutin yang diadakan Komisi Wanita PGIS Depok.
Mengawali tahun pelayanan 2010 ini Komisi Adiyuswa berganti pengurus. Setelah tiga tahun melayani, pengurus lama menyerahkan kepemipinannya kepada pengurus baru. Pengurus baru yang terdiri dari 15 orang itu diketuai oleh Bapak Soemardi. Dilantik tanggal 14 Maret 2010 dalam kebaktian minggu. Jenis kegiatan yang diprogramkan cukup banyak. Mulai dari PA, PD dan Retreat, Kunjungan ke wilayah/ keluarga, Kesenian dan olah raga, Kesehatan, wirausaha dan rapat pengurus. Yang sedang dipersiapkan Komisi Adiyuswa saat ini adalah mengikuti Perayaan Paskah Adiyuswa Sinode GKJ yang direncanakan berlangsung di Purwokerto bulan Mei 2010 yang akan datang.
Liputan Jalan Sehat Keluarga Wil. Depok Utara
Ungkapan “Kesehatan Pangkal Kesuksesan” ada benarnya. Seseorang bisa sukses jika didukung oleh fisik yang sehat. Sebaliknya kesuksesan orang akan terkendala jika tidak didukung oleh kesehatan badan dan rohaninya. Demikian antara lain yang mendasari Wilayah Depok Utara GKJ Yeremia Depok melaksanakan program tahunannya yakni “Jalan Sehat Keluarga” atau jalan santai Selasa, 16 Maret 2010 pas libur nasional. Jika warga jemaat sehat, gerejapun sebagai umat persekutuan di dalam Kristus juga akan kuat.
Mengambil rute seputar Depok Utara lebih kurang 4 km, acara ini diikuti 47 warga yang meliputi semua ketegorial umur. Mulai bayi umur satu tahun hingga kakek/nenek. Hana demikian panggilan akrabnya, putri kel Ignat Deswanto yang berusia satu tahunan merupakan peserta termuda, dengan keretanya ia menikmati dorongan bapak/ibunya. Demikian juga Bapak Soemardi sebagai peserta paling sepuh mengambil posisi paling depan dalam start. Sebelum start diadakan senam pemanasan dipimpin oleh Bapak Sigit Soegito dan doa oleh Bapak Pendeta. Pukul 06.30 rombongan dilepas oleh Pendeta Eddyson SWN dengan kibaran bendera. Peserta berjalan santai menyusuri jalan Perumnas Depok Utara. Bermula di Jalan Halmahera – Jalan Ketimun – Jalan Kramat Jaya 2 – masuk jalan kampung terus sampai ke Perumnas Depok Utara lagi. Jalan yang dipilih tidak selalu datar dan baik. Karena malam hari sebelumnya hujan ada jalan yang becek. Menjelang masuk Perumnas Depok Utara menuruni lembah dan kemudian naik dengan kemiringan cukup curam.
Rombongan memasuki finish pukul 07.30. Ada hal yang lucu, rombongan terdepan ternyata tidak mematuhi rambu/ petunjuk arah panitia. Memasuki Perumnas Depok Utara umumnya jalan-jalan sudah dikenal, seharusnya dari Jalan Kalimantan masih lurus agar jarak tempuh mencapai 4-5 km. Ee..ternyata karena sudah kenal arah finisnya rombongan terdepan langsung belok jalan Hamahera menuju finish di depan rumah Bapak Tjahyo Samawi. Untung kegiatan ini bukan lomba, jika lomba pasti semua peserta sudah didiskualifikasi…!
Masuk finish peserta disambut dengan minuman kacang hijau dan makanan non-kolesterol lainnya, ada ubi, singkong, pisang, kacang - rebusan semua. Ibu-ibu tampak sigap menyiapkan ‘ubo rampe”nya. Acara yang ditunggu-tunggu adalah pembagian doorprize. Semua peserta dipanggil. Semua dapat kupon, namun tidak semua beruntung, karena banyak tulisan kupon tertulis “Anda belum beruntung”. Yang beruntung segera membuka hadiahnya yang beragam isinya. Ini adalah acara jalan santai yang kedua dilakukan oleh Wilayah Depok Utara. Dijadwalkan tahun ini berlangsung dua kali. Banyak yang mengusulkan kegiatan serupa yang akan datang menempuh jarak yang lebih jauh dan mengambil rute di kampus hijau UI, karena udara dan lingkungannya masih segar dan sudah ada track untuk jalan kaki, mengitari kampus lebih kurang 6-7 km. Sampai jumpa pada acara jalan sehat berikutnya…
(prj)
Liputan Ibadah Awal Tahun Wil. Depok I
Hal Mengucap Syukur mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang Kristen. Pengikut Kristus selalu diingatkan untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal. Itulah yang diangkat dalam tema Ibadah Syukur Awal Tahun Wilayah Depok I, Sabtu 16 Januari 2010 di gereja. Pendeta Indri Jatmoko dari GKJ Depok dalam renungannya mendasarinya dari Mazmur 118:1. Mengawali renungannya Pak Indri demikian panggilan akrabnya, memutarkan film berdurasi lima menit. Dari film tentang kehidupan kota ini terlihat masyarakat dan keluarga yang berkekurangan. Mereka mendapatkan makanannya dari makanan sisa restoran siap saji. Namun mereka tetap bersyukur dan bahkan berbagi dengan orang lain. Film ini memahamkan kita dalam keadaan bagaimanapun harus bersyukur. Pendeta Indri juga memberikan kesaksian tentang dirinya. Menurutnya beberapa bulan terakhir ini, ia mengalami kesedihan yang mendalam, beberapa kejadian menimpa dirinya, terakhir ia ditinggal pergi bapaknya menghadap Tuhan. Semua itu diambil hikmahnya. Bagaimana cara bersyukur? Salah satu ungkapan syukur yang benar adalah bersaksi kepada sesama sepanjang hidup kita. Pendeta Indri mencontohkan Alfred Nobel dan Bill Gate yang dapat mengungkapkan ucapan syukurnya dengan memberi kesasksian hidup yang baik kepada banyak orang. Ungkapkan rasa syukur jangan hanya retorika, namun diperlukan perwujudan nyata. Demikian tambah Pendeta Indri.
Penampilan Vocal Group Ndesa (Depok Satu) yang eksis beberapa bulan terakhir menyemarakkan ibadah ini. Juga Paduan Suara Depok I yang tahun lalu menjadi juara lomba antar paduan suara GKJ Yeremia menyanyikan lagu pujian. Tidak ketinggalan anak-anak balitapun ikut memuji Tuhan.
Karena Pdt. Eddyson SWN berhalangan hadir, maka kesan dan pesan disampaikan secara tertulis yang dibacakan oleh Ibu Sukristinah. Wilayah Depok I mendapat kesan yang baik dilihat dari persekutuan, pembinaan dan perkunjungan warga. Lagi-lagi keberadaan VG Ndesa mendapat kesan yang baik dari pendeta. Sedangkan yang menjadi pesan Bapak pendeta hendaknya persekutuan warga menjadi jemaat yang cemerlang, dalam arti mencintai dan memahami dan melaksanakan firman Tuhan, mengikuti kegiatan-kegiatan wilayah dengan rajin, tulus dan gembira, jika ada permasalahan koordinasikan dengan majelis dan ekspresikan ungkapan syukurnya dalam bentuk pelayanan yang memuliakan Tuhan.
Banyak yang tua namun juga banyak yang muda, itulah kesan keberadaan jemaat wilayah Depok I. Wilayah Depok I sebagai wilayah terdekat dari gereja mempunyai banyak warga yang sudah manula/ adiyuswa. Namun ternyata juga mempunyai generasi muda yang banyak juga. Sewaktu anak-anak diminta maju menyanyi ternyata ada 27 anak umuran SD ke bawah. Ini tentu menjadikan pemikiran Pengurus Wilayah Depok I agar generasi penerus ini bisa berkembang lebih baik lagi.
Jumlah jemaat yang hadir malam itu cukup banyak. Tidak kurang 97 orang menghadiri kegiatan awal di tahun 2010 ini. Ini tentu bukan karena ada pembagian doorprize di akhir acara. Doorprize yang dibagikan cukup banyak. Hampir keluarga yang hadir kebagian. Sukses ini tentu kerja keras panitia, yang menggunakan berbagai cara publikasi untuk menghadirkan banyak jemaat. Sebelum pembagian doorprize, juga dibagikan bingkisan kepada warga sepuh yang telah banyak membantu dan membina wilayah Depok I. Acara diakhiri dengan Perjamuan Kasih.
(prj)
Kegiatan tahun 2010 Wilayah Depok Utara dimulai dengan Kebaktian Awal Tahun bertempat di rumah Ibu Sony Pakan, Perumahan Politeknik No.38 Beji Timur. Kamis, 7 Januari 2010. Wilayah Depok Utara merupakan wilayah pertama GKJ Yeremia yang mengadakan Kebaktian Syukur Awal Tahun. Kebaktian dihadiri 39 orang warga yang terdiri dari anak-anak, remaja, pemuda, warga dewasa dan adiyuswa.
Acara melibatkan banyak petugas, mulai dari petugas sharing remaja, pemuda, pasutri, koordinator wilayah dan majelis. Sebelum doa syafaat masing-masing petugas mengemukakan harapannya di tahun 2010 yang akan dilewati bersama. Harapan tersebut menjadi pokok doa dalam doa syafaat. Dalam kotbahnya Pendeta Eddyson mengatakan tepat tema kotbah yang diajukan wilayah Depok Utara ini. Walaupun kita telah mengikut Kristus, tetapi ketaatannya perlu ditingkatkan. Dengan mengambil nats Markus 1:16-20, pak Eddyson mengambil ilustrasi seorang wanita yang menuntun scooter tapi dari sebelah kanan. Bisa dibayangkan betapa beratnya apalagi jalannya naik. Namun, wanita itu tetap melaksanakannya, karena sebetulnya ia sedang mengkikuti ujian mendapatkan sertifikat anggota club sepeda motor. Karena ketaatannya, ia dapat melalui jalan menanjak sampai puncak tanda dicapainya kelulusan keanggotaan club tersebut. Ilustrasi ini dapat diterapkan dalam hal mengikut Kristus. Jika kita taat dan setia, maka iman kita kepada Kristus akan bertumbuh menjadi dewasa. Menjadi dewasa dalam iman berarti jika kita melakukan persekutuan dan pelayanan maka tidak mudah putus asa, saling menghargai dan senantiasa bersyukur.
Majelis yang diwakili oleh Bapak Yeremia PP selain mengemukakan harapannya juga menyampaikan evaluasi yabeberapa kejadian suka dan duka selama tahun 2009. Sukanya banyak beberapa warga Depok Utara di tahun 2009 ini melangsungkan pernikahannya. Dukanya dua orang warga potensial Wilayah Depok Utara dipanggil Tuhan. Ini yang menjadikan Wilayah Depok Utara merasa sangat kehilangan. Harapan-harapan di tahun 2010 antara lain : agar persekutuan wilayah, kepedulian, kesehatian dan kerinduan untuk melayani dapat meningkat. Ada juga harapan pemuda dan remaja persekutuan pemuda-remaja semakin akrab dan lebih lagi di tahun 2010 ini terwujud ruang kebaktian remaja, agar remaja lebih leluasa mengatur kebaktiannya, karena selama ini kebaktian remaja sangat tergantung pada kebaktian jemaat, Jika kebaktian jemaat selesai, kebaktian remaja juga harus selesai karena konsistori akan dipakai majelis, demikian harapan remaja.
Rangkaian Kebaktian awal tahun Wilayah Depok Utara diakhiri pembagian rencana kegiatan tahun 2010 Wilayah Depok Utara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan perjamuan kasih.
(prj)
GKJ Yeremia Depok Design by GKJ Yeremia depok. .