Laman

Event & News Updates

Jumat, 04 Juni 2010

MENGHADIRI PASKAH ADIYUSWA SE –SINODE GKJ 2010 SAMBIL BERDARMAWISATA | GKJ Yeremia

MENGHADIRI PASKAH ADIYUSWA SE –SINODE GKJ 2010 SAMBIL BERDARMAWISATA: "
Perayaan Paskah Adiyuswa se Sinode GKJ 27 Mei 2010

Pagi-pagi benar Selasa, 25 Mei 2010 rombongan Forum Komunikasi Adiyuswa (FKA) Klasis Jakarta Bagian Barat sudah siap berangkat ke Jawa Tengah dengan tujuan utama menghadiri Paskah Adiyuswa Se-Sinode 2010 di Purwokerto. Kesempatan ini oleh para adiyuswa juga digunakan untuk berdarmawisata di daerah Kebumen dengan lima bus besar. Ada yang berangkat langsung dengan rombongan bus dari gereja masing-masing, juga ada yang berkumpul dulu di GKJ Nehemia, Pondok Indah. Tiga bus besar rombongan dari GKJ Nehemia, GKJ Yeremia, GKJ Depok dan GKJ Pamulang, GKJ Tangerang bersama-sama berangkat menyusuri jalur selatan. Jalur Selatan setelah Bandung yang dikenal berkelok-kelok membuat beberapa ibu adiyuswa pusing dan mabuk, namun setelah menempuh perjalanan 11 jam sampailah di penginapan yang dituju di Hotel Van der Wijck Gombong, Kab. Kebumen pukul 18.00.
Di Hotel yang cukup luas ini, rombongan menginap dua malam. Benteng Van der Wijck menjadi obyek wisata pertama. Benteng Peninggalan Belanda ini, diperkirakan dibangun tahun 1818, pada masa perang Diponegoro (1825-1830), kini menjadi obyek wisata sejarah dan tempat rekreasi keluarga khususnya anak-anak. Di tempat ini rombongan FKA dapat melihat benteng yang sangat kuat, dengan atap yang terbuat dari batu bata merah, dibuat menyerupai bukit-bukit kecil dan tembok sangat tebal sehingga ideal untuk pertahanan dan mengintai musuh. Di tempat ini pula sebagian rombongan FKA berkeliling menggunakan kereta mini berkeliling beteng dan sebagian lagi mencoba naik kereta di atas benteng.
Di hotel ini, pada setiap menjelang makan malam rombongan dikumpulkan panitia di sebuah ruangan besar yang dapat menampung semua peserta untuk renungan singkat dan agar saling mengenal di antara warga sembilan gereja Klasis Jakarta Bagian Barat yang berjumlah lebih kurang 260 orang ini. Bahkan pada malam terakhir menginap diadakan Renungan malam oleh Pdt. Wurihanto Handoyo Adi dari GKJ Grogol. Pendeta Wuri mengemukakan bahwa ‘hati yang gembira adalah obat’ (Amsal 17:22). Para adiyuswa harus dapat menikmati hidup dengan gembira. Di masa tuanya para adiyuswa juga diharapkan dapat lebih arif dan bijaksana. Seperti malam kesenian, juga ditampilkan paduan suara hasil latihan selama perjalanan di bus 3. Walaupun hanya latihan di bus, paduan suara ini cukup kompak. Pihak Hotel juga menampilkan tari-tarian muda mudi dari SMPN 1 Gombong dan nyanyian solo rohani dan keroncong. Melengkapi kegembiraan adiyuswa malam itu, atas prakarsa Ketua Panitia Bapak Singgih Suyatno, diadakan pengumpulkan persembahan untuk disampaikan kepada Panti Asuhan di sekitar Gombong melalui pengelola Hotel. Jumlah yang terkumpul Rp. 1.374.000,- tentunya dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Hari kedua di Gombong diisi dengan mengunjungi daerah wisata lain di Kab. Kebumen yaitu Waduk/ Bendungan Sempor dan Gua Jatijajar. Di Waduk Sempor yang terletak 5 km utara Gombong, rombongan dapat melihat bendungan pertama di Jawa Tengah yang bermanfaat untuk mengairi sawah pertanian dan obyek rekreasi memancing dan wisata perahu. Walau sempat diguyur hujan, namun tidak menghalangi niat para adiyuswa untuk bersuka cita. Di Gua Jatijajar yang terletak 23 km selatan Gombong ini, rombongan menikmati gua alam yang indah. Di dalam gua ini terdapat sungai bawah tanah yang masih aktif yang ditandai dengan adanya beberapa sendang di bawah lorong terbuka gua ini. Dari fenomena alam ini mengingatkan kita betapa indahnya ciptaan Tuhan untuk senantiasa mengucap syukur kepadaNya. Umumnya sebagian rombongan sudah pernah ke gua ini, namun katanya sekarang lebih indah dengan fasilitas yang lebih memadahi dengan adanya tangga, lampu dan patung legenda daerah setempat.
Hari terakhir di Jawa Tengah, menghadiri Paskah Adiyuswa se-Sinode GKJ tahun 2010 di GOR “Satria” Purwokerto. Berangkat dari penginapan jam 06.00 rombongan termasuk yang datang duluan. Menempati sisi kiri panggung rombongan berkaos putih dan hijau itu tampak berbeda dengan peserta lain yang umumnya menggunakan batik. Mengikuti Ibadah Pembukaan Paskah Adiyuswa 2010 dipimpin oleh Pdt. Dr. Christian Soetapa menggunakan bahasa Banyumasan. Logat bahasa ini bagi orang Jawa umumnya agak lucu kedengarannya, namun masih dapat mengikuti isi kotbahnya. Sekali-sekali pengkotbah melontarkan istilah banyumasan yang menyegarkan. Bupati Banyumas Bapak Mardjoko juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya Bupati Banyumas menekankan tiga hal dalam falsafah Jawa yaitu ‘temata’, “temua’ dan ‘ rumangsa’. Sambutan yang seringkali diselingi humor ini mendapat sambutan hangat dari jemaat yang hadir.
Sesuai jadwal, bahwa Paskah Adiyuswa sampai pukul 13.00 rombongan FKA Klasis Jakarta Bagian Barat sudah bersiap kembali ke Jakarta. Berbeda dengan berangkat, rombongan melewati jalur Pantura. Perjalanan ternyata cukup lancar dan lebih cepat dibandingkan dengan keberangkatan. Sempat mampir di beberapa tempat peristirahatan di jalan tol, akhirnya rombongan sampai dengan selamat di gereja sekitar pukul 22.40 (Bus 1).

I. Pratomojati
GKJ Yeremia Depok
"

PENGURUS BARU SEMANGAT BARU | GKJ Yeremia

PENGURUS BARU SEMANGAT BARU: "
PENGURUS KOMISI ADIYUSWA YANG BARU



Di antara komisi kategorial yang sering mendapatkan pujian dari pendeta dan jemaat GKJ Yeremia Depok, Jawa Barat adalah Komisi Adiyuswa. Mengapa demikian? Karena Komisi Adiyuswa yang paling rajin dan konsisten dalam menjalankan kegiatan pelayanannya. Kegiatan yang dilaksanakan sederhana namun mengena dan terlaksana. Kebaktian khusus adiyuswa tiap hari Sabtu minggu I dan III dapat berjalan sepanjang tahun. Kunjungan ke warga adiyuswa yang sakit, duka cita dan jarang bergereja juga diprogramkan. Di bidang kesenianpun demikian, secara rutin eyang putri dan eyang kakung rajin latihan paduan suara untuk mengisi pujian dalam kebaktian minggu.

Dalam kerjasama antargereja juga tergolong aktif. Persekutuan kaum adiyuswa di klasis Jakarta Bagian Barat terbina dengan baik. Tahun 2006 GKJ Yeremia pernah menjadi tuan rumah temu adiyuswa antar GKJ dan GKI Klasis Jakarta. Sebagian warga adiyuswa juga aktif mengikuti kebaktian rutin yang diadakan Komisi Wanita PGIS Depok.

Mengawali tahun pelayanan 2010 ini Komisi Adiyuswa berganti pengurus. Setelah tiga tahun melayani, pengurus lama menyerahkan kepemipinannya kepada pengurus baru. Pengurus baru yang terdiri dari 15 orang itu diketuai oleh Bapak Soemardi. Dilantik tanggal 14 Maret 2010 dalam kebaktian minggu. Jenis kegiatan yang diprogramkan cukup banyak. Mulai dari PA, PD dan Retreat, Kunjungan ke wilayah/ keluarga, Kesenian dan olah raga, Kesehatan, wirausaha dan rapat pengurus. Yang sedang dipersiapkan Komisi Adiyuswa saat ini adalah mengikuti Perayaan Paskah Adiyuswa Sinode GKJ yang direncanakan berlangsung di Purwokerto bulan Mei 2010 yang akan datang.

"

PELATIHAN EASYWORSHIP GKJ YEREMIA | GKJ Yeremia

PELATIHAN EASYWORSHIP GKJ YEREMIA: "
Suasana Pelatihan Easyworship (17/3)

Kebutuhan sarana kebaktian GKJ Yeremia perlu terus ditingkatkan. Setelah hampir 5 tahun GKJ Yeremia menggunakan LCD Projector sebagai alat bantu kebaktian, maka Minggu 21 Maret 2010 sehabis kebaktian pagi, giliran para petugas LCD yang dikembangkan pengetahuannya. Jika selama ini masih banyak petugas yang menggunakan PowerPoint, maka pelatihan hari Minggu itu dikhususkan untuk program Easyworship (EW), suatu program yang dikhususkan untuk kebaktian/persekutuan di gereja.
Acara yang dipandu oleh Bapak Immanuel Lilik P itu diikuti oleh 16 petugas LCD dan warga jemaat yang beminat. Oleh Mas Lilik demikian panggilan akrabnya dijelaskan kelebihan dan keuntungan menggunakan easyworship. Dibandingkan dengan program lain, jika digunakan untuk acara kebaktian/ persekutuan wilayah/ mahasiswa program EW lebih mudah, cepat penyiapannya dan jelas hurufnya. Tayangan pujian/ lagu lebih mudah pembuatannya, apalagi jika sudah mempunyai database lagu. Kelebihan lain EW adalah mampu menayangkan ayat Alkitab dari berbagai bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Juga dimungkinkan menayangkan film atau klip video buatan sendiri. Yang belum dicoba adalah jika kebaktian di ‘siar’ kan langsung melalui handycam/ kamera. Ada rencana Tim kebaktian mencoba program ini dalam perayaan Paskah nanti yang waktunya sudah semakin mendekat.
Setelah itu diadakan bimbingan cara membuat presentasi/ tayangan kebaktian. Peserta tampak antusias, dengan laptopnya masing-masing mencoba membuat tayangan liturgi kebaktian. Sementara yang lain masih belajar easyworship, mas Ignat sibuk dengan membetulkan wireless Prolinknya. Masih ada kendala penggunaan wireless ini, karena jika dipakai belum normal antara lain : sinyalnya sering putus, gambar tidak bergerak dan tidak semua laptop menangkap sinyal di seputar dalam gereja.
Setelah hampir dua jam latihan acara diselingi makan siang, dan dilanjutkan dengan setting laptop untuk wireless. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini pengetahuan petugas LCD bertambah dan semangat melayani dalam kebaktian di gereja semakin baik. Semoga!!
(prj)
"

JEMAAT SEHAT GEREJAPUN KUAT | GKJ Yeremia

JEMAAT SEHAT GEREJAPUN KUAT: "
Bendera Start dikibarkan oleh Pendeta Eddyson





Liputan Jalan Sehat Keluarga Wil. Depok Utara

Ungkapan “Kesehatan Pangkal Kesuksesan” ada benarnya. Seseorang bisa sukses jika didukung oleh fisik yang sehat. Sebaliknya kesuksesan orang akan terkendala jika tidak didukung oleh kesehatan badan dan rohaninya. Demikian antara lain yang mendasari Wilayah Depok Utara GKJ Yeremia Depok melaksanakan program tahunannya yakni “Jalan Sehat Keluarga” atau jalan santai Selasa, 16 Maret 2010 pas libur nasional. Jika warga jemaat sehat, gerejapun sebagai umat persekutuan di dalam Kristus juga akan kuat.

Mengambil rute seputar Depok Utara lebih kurang 4 km, acara ini diikuti 47 warga yang meliputi semua ketegorial umur. Mulai bayi umur satu tahun hingga kakek/nenek. Hana demikian panggilan akrabnya, putri kel Ignat Deswanto yang berusia satu tahunan merupakan peserta termuda, dengan keretanya ia menikmati dorongan bapak/ibunya. Demikian juga Bapak Soemardi sebagai peserta paling sepuh mengambil posisi paling depan dalam start. Sebelum start diadakan senam pemanasan dipimpin oleh Bapak Sigit Soegito dan doa oleh Bapak Pendeta. Pukul 06.30 rombongan dilepas oleh Pendeta Eddyson SWN dengan kibaran bendera. Peserta berjalan santai menyusuri jalan Perumnas Depok Utara. Bermula di Jalan Halmahera – Jalan Ketimun – Jalan Kramat Jaya 2 – masuk jalan kampung terus sampai ke Perumnas Depok Utara lagi. Jalan yang dipilih tidak selalu datar dan baik. Karena malam hari sebelumnya hujan ada jalan yang becek. Menjelang masuk Perumnas Depok Utara menuruni lembah dan kemudian naik dengan kemiringan cukup curam.

Rombongan memasuki finish pukul 07.30. Ada hal yang lucu, rombongan terdepan ternyata tidak mematuhi rambu/ petunjuk arah panitia. Memasuki Perumnas Depok Utara umumnya jalan-jalan sudah dikenal, seharusnya dari Jalan Kalimantan masih lurus agar jarak tempuh mencapai 4-5 km. Ee..ternyata karena sudah kenal arah finisnya rombongan terdepan langsung belok jalan Hamahera menuju finish di depan rumah Bapak Tjahyo Samawi. Untung kegiatan ini bukan lomba, jika lomba pasti semua peserta sudah didiskualifikasi…!

Masuk finish peserta disambut dengan minuman kacang hijau dan makanan non-kolesterol lainnya, ada ubi, singkong, pisang, kacang - rebusan semua. Ibu-ibu tampak sigap menyiapkan ‘ubo rampe”nya. Acara yang ditunggu-tunggu adalah pembagian doorprize. Semua peserta dipanggil. Semua dapat kupon, namun tidak semua beruntung, karena banyak tulisan kupon tertulis “Anda belum beruntung”. Yang beruntung segera membuka hadiahnya yang beragam isinya. Ini adalah acara jalan santai yang kedua dilakukan oleh Wilayah Depok Utara. Dijadwalkan tahun ini berlangsung dua kali. Banyak yang mengusulkan kegiatan serupa yang akan datang menempuh jarak yang lebih jauh dan mengambil rute di kampus hijau UI, karena udara dan lingkungannya masih segar dan sudah ada track untuk jalan kaki, mengitari kampus lebih kurang 6-7 km. Sampai jumpa pada acara jalan sehat berikutnya…

(prj)

"

PENTINGNYA PERSIAPAN BAGI PETUGAS KEBAKTIAN | GKJ Yeremia

PENTINGNYA PERSIAPAN BAGI PETUGAS KEBAKTIAN: "
Menjadi Petugas Kebaktian

Masih ingat peristiwa “lupa” dinyanyikannya Lagu Indonesia Raya dalam Sidang MPR/DPR RI beberapa bulan yang lalu. Di peristiwa kenegaraan seperti itu saja Lagu kebangsaan yang merupakan lagu wajib dinyanyikan bisa lupa, padahal sudah ada tata urutan yang baku. Itulah pentingnya persiapan. Orang sering menyebut geladi bersih atau pelatihan umum terakhir sebelum pelaksanaan.
Di gereja pun demikian. Kita punya liturgi yang urutannya sudah jelas, unsur apa yang harus ada dalam liturgi sudah baku. Namun dalam pelaksanaannya masih sering dijumpai kekeliruan petugas kebaktian yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Memang GKJ Yeremia dirasakan ‘lebih maju’ dibandingkan dari GKJ lainnya dilihat dari pembagian petugas kebaktian. (Penulis sewaktu liburan Natal 2009 mengikuti kebaktian di daerah, petugas kebaktian masih dipimpin langsung oleh pendeta/ pengkotbah). Sudah lebih dari lima tahun terakhir GKJ Yeremia menggunakan liturgi sendiri. Ada liturgi Minggu I-V yang digunakan setiap bulannya (GKJ lain banyak yang hanya Minggu I-III). Dalam kebaktian tiap minggu selalu ada pembagian tugas kebaktian. Majelis ada petugas pengkotbah, pengantar, liturgos, petugas persembahan, penghitung jemaat dan penerima tamu. Unsur jemaat ada petugas organis, pemandu lagu, petugas LCD, kolektor persembahan, petugas sound system dll. Jadi, dari sisi pembagian tugas majelis dan jemaat dalam kebaktian sudah komplit. Tinggal persiapan petugas yang perlu lebih disiapkan. Mengapa harus lebih disiapkan dengan baik? Karena dalam gereja/ kebaktian apa yang kita lakukan bukan semata-mata untuk manusia tetapi untuk melayani Tuhan. Jadi apa yang kita lakukan dalam kebaktian adalah yang terbaik. Adanya pembagian tugas dalam kebaktian di GKJ Yeremia Depok, merupakan ajang pembelajaran untuk dapat tampil dan berkreasi sebaik mungkin. Kebaktian tidak dimonopoli pengkotbah, masing-masing petugas dapat menunjukkan penampilan primanya di hadapan Tuhan dan jemaat. Jemaatpun juga demikian, sampai di gereja handphone disetel ‘silent’ atau getar saja. Tidak perlu dimatikan, karena ke depan banyak yang membawa HP tidak hanya untuk telepon tetapi juga berisi Alkitab yang bisa dibaca setiap saat/ dibaca sewaktu kebaktian. Sistem leksionari mengharuskan jemaat membuka Alkitab lebih cepat dan berulang-ulang, alat elektronik/ netbook/HP adalah salah satu jawabannya. Jemaat juga menjadi pengamat yang baik, siapa tahu dikemudian hari akan menjadi majelis atau petugas kebaktian.
Jangan pernah merasa sudah ahli, sudah berpengalaman, tidak perlu belajar lagi, tidak mungkin membuat kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna, artinya persiapan sebelum pelaksanaan tetap diperlukan. Oleh sebab itu para petugas kebaktian dapat menyiapkan beberapa hari sebelumnya. Untuk petugas yang memerlukan pilihan kata yang baik, jika perlu ditulis. Sebagai petugas membaca tulisan yang seharusnya diucapkan bukan merupakan sesuatu hal yang ‘haram’. Ini penting agar tidak ada poin-poin yang terlewat dan menambah kepercayaan diri. Para petugas khususnya dari majelis juga perlu konsisten. Misalnya dalam liturgi tertulis ‘jemaat berdiri’, maka harus dipersilakan berdiri, karena petugas lain (LCD) biasanya juga sudah menyiapkan tayangan ‘jemaat dipersilakan bediri’. Jangan lupa mempersilakan duduk kembali jika sudah selesai. Jika ini tidak dilakukan akan timbul kebingungan dalam jemaat, ini duduk atau berdiri, mengikuti liturgi atau petugas? Hal sepele seperti ini seringkali jadi ‘rerasan’ di antara jemaat. Intinya persiapan, koordinasi di antara petugas tetap diperlukan. Juga antara organis, pemandu lagu dengan petugas LCD, perlu kejelasan lagu yang dinyanyikan, khususnya untuk nyanyian yang sulit atau yang dinyanyikan berulang-ulang.
Majelis atau tim pendukung kebaktian bisa berinisiatif mengadakan ‘geladi bersih bersama’ petugas kebaktian setiap Sabtu malam. Dengan demikian malam minggu gereja akan ramai didatangi petugas kebaktian, latihan vocal group, paduan suara, organis, petugas LCD dll. Kegiatan ini secara tidak langsung merupakan ajang koordinasi bagi para petugas, saling memberikan masukan dan kritik yang membangun untuk kelancaran kebaktian. Apalagi, bukan tidak mungkin tahun 2010 ini sebagai pengembangan adanya LCD Projector akan dilakukan penayangan secara langsung/ live melalui handycam atau kamera statif, sehingga diperlukan kesiapan petugas kebaktian yang lebih baik lagi.
(prj)
"

MENGUCAP SYUKUR | GKJ Yeremia

MENGUCAP SYUKUR: "
Pendeta Indri Jatmoko



Liputan Ibadah Awal Tahun Wil. Depok I

Hal Mengucap Syukur mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang Kristen. Pengikut Kristus selalu diingatkan untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal. Itulah yang diangkat dalam tema Ibadah Syukur Awal Tahun Wilayah Depok I, Sabtu 16 Januari 2010 di gereja. Pendeta Indri Jatmoko dari GKJ Depok dalam renungannya mendasarinya dari Mazmur 118:1. Mengawali renungannya Pak Indri demikian panggilan akrabnya, memutarkan film berdurasi lima menit. Dari film tentang kehidupan kota ini terlihat masyarakat dan keluarga yang berkekurangan. Mereka mendapatkan makanannya dari makanan sisa restoran siap saji. Namun mereka tetap bersyukur dan bahkan berbagi dengan orang lain. Film ini memahamkan kita dalam keadaan bagaimanapun harus bersyukur. Pendeta Indri juga memberikan kesaksian tentang dirinya. Menurutnya beberapa bulan terakhir ini, ia mengalami kesedihan yang mendalam, beberapa kejadian menimpa dirinya, terakhir ia ditinggal pergi bapaknya menghadap Tuhan. Semua itu diambil hikmahnya. Bagaimana cara bersyukur? Salah satu ungkapan syukur yang benar adalah bersaksi kepada sesama sepanjang hidup kita. Pendeta Indri mencontohkan Alfred Nobel dan Bill Gate yang dapat mengungkapkan ucapan syukurnya dengan memberi kesasksian hidup yang baik kepada banyak orang. Ungkapkan rasa syukur jangan hanya retorika, namun diperlukan perwujudan nyata. Demikian tambah Pendeta Indri.

Penampilan Vocal Group Ndesa (Depok Satu) yang eksis beberapa bulan terakhir menyemarakkan ibadah ini. Juga Paduan Suara Depok I yang tahun lalu menjadi juara lomba antar paduan suara GKJ Yeremia menyanyikan lagu pujian. Tidak ketinggalan anak-anak balitapun ikut memuji Tuhan.

Karena Pdt. Eddyson SWN berhalangan hadir, maka kesan dan pesan disampaikan secara tertulis yang dibacakan oleh Ibu Sukristinah. Wilayah Depok I mendapat kesan yang baik dilihat dari persekutuan, pembinaan dan perkunjungan warga. Lagi-lagi keberadaan VG Ndesa mendapat kesan yang baik dari pendeta. Sedangkan yang menjadi pesan Bapak pendeta hendaknya persekutuan warga menjadi jemaat yang cemerlang, dalam arti mencintai dan memahami dan melaksanakan firman Tuhan, mengikuti kegiatan-kegiatan wilayah dengan rajin, tulus dan gembira, jika ada permasalahan koordinasikan dengan majelis dan ekspresikan ungkapan syukurnya dalam bentuk pelayanan yang memuliakan Tuhan.

Banyak yang tua namun juga banyak yang muda, itulah kesan keberadaan jemaat wilayah Depok I. Wilayah Depok I sebagai wilayah terdekat dari gereja mempunyai banyak warga yang sudah manula/ adiyuswa. Namun ternyata juga mempunyai generasi muda yang banyak juga. Sewaktu anak-anak diminta maju menyanyi ternyata ada 27 anak umuran SD ke bawah. Ini tentu menjadikan pemikiran Pengurus Wilayah Depok I agar generasi penerus ini bisa berkembang lebih baik lagi.

Jumlah jemaat yang hadir malam itu cukup banyak. Tidak kurang 97 orang menghadiri kegiatan awal di tahun 2010 ini. Ini tentu bukan karena ada pembagian doorprize di akhir acara. Doorprize yang dibagikan cukup banyak. Hampir keluarga yang hadir kebagian. Sukses ini tentu kerja keras panitia, yang menggunakan berbagai cara publikasi untuk menghadirkan banyak jemaat. Sebelum pembagian doorprize, juga dibagikan bingkisan kepada warga sepuh yang telah banyak membantu dan membina wilayah Depok I. Acara diakhiri dengan Perjamuan Kasih.

(prj)



"

LEBIH TAAT MENGIKUT KRISTUS | GKJ Yeremia

LEBIH TAAT MENGIKUT KRISTUS: "
Kebaktian Awal Tahun Wil. Depok Utara





Kegiatan tahun 2010 Wilayah Depok Utara dimulai dengan Kebaktian Awal Tahun bertempat di rumah Ibu Sony Pakan, Perumahan Politeknik No.38 Beji Timur. Kamis, 7 Januari 2010. Wilayah Depok Utara merupakan wilayah pertama GKJ Yeremia yang mengadakan Kebaktian Syukur Awal Tahun. Kebaktian dihadiri 39 orang warga yang terdiri dari anak-anak, remaja, pemuda, warga dewasa dan adiyuswa.

Acara melibatkan banyak petugas, mulai dari petugas sharing remaja, pemuda, pasutri, koordinator wilayah dan majelis. Sebelum doa syafaat masing-masing petugas mengemukakan harapannya di tahun 2010 yang akan dilewati bersama. Harapan tersebut menjadi pokok doa dalam doa syafaat. Dalam kotbahnya Pendeta Eddyson mengatakan tepat tema kotbah yang diajukan wilayah Depok Utara ini. Walaupun kita telah mengikut Kristus, tetapi ketaatannya perlu ditingkatkan. Dengan mengambil nats Markus 1:16-20, pak Eddyson mengambil ilustrasi seorang wanita yang menuntun scooter tapi dari sebelah kanan. Bisa dibayangkan betapa beratnya apalagi jalannya naik. Namun, wanita itu tetap melaksanakannya, karena sebetulnya ia sedang mengkikuti ujian mendapatkan sertifikat anggota club sepeda motor. Karena ketaatannya, ia dapat melalui jalan menanjak sampai puncak tanda dicapainya kelulusan keanggotaan club tersebut. Ilustrasi ini dapat diterapkan dalam hal mengikut Kristus. Jika kita taat dan setia, maka iman kita kepada Kristus akan bertumbuh menjadi dewasa. Menjadi dewasa dalam iman berarti jika kita melakukan persekutuan dan pelayanan maka tidak mudah putus asa, saling menghargai dan senantiasa bersyukur.

Majelis yang diwakili oleh Bapak Yeremia PP selain mengemukakan harapannya juga menyampaikan evaluasi yabeberapa kejadian suka dan duka selama tahun 2009. Sukanya banyak beberapa warga Depok Utara di tahun 2009 ini melangsungkan pernikahannya. Dukanya dua orang warga potensial Wilayah Depok Utara dipanggil Tuhan. Ini yang menjadikan Wilayah Depok Utara merasa sangat kehilangan. Harapan-harapan di tahun 2010 antara lain : agar persekutuan wilayah, kepedulian, kesehatian dan kerinduan untuk melayani dapat meningkat. Ada juga harapan pemuda dan remaja persekutuan pemuda-remaja semakin akrab dan lebih lagi di tahun 2010 ini terwujud ruang kebaktian remaja, agar remaja lebih leluasa mengatur kebaktiannya, karena selama ini kebaktian remaja sangat tergantung pada kebaktian jemaat, Jika kebaktian jemaat selesai, kebaktian remaja juga harus selesai karena konsistori akan dipakai majelis, demikian harapan remaja.

Rangkaian Kebaktian awal tahun Wilayah Depok Utara diakhiri pembagian rencana kegiatan tahun 2010 Wilayah Depok Utara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan perjamuan kasih.

(prj)

"